AFC Japan Indonesia – Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kapal ini membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis, dan saat ini, area pencarian telah diperluas menjadi enam sektor dengan total luas 6.010 nautical miles (NM) persegi.
Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo, menyatakan bahwa pembagian wilayah pencarian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses penyisiran melalui jalur laut dan udara. Pencarian ini terbagi menjadi lima sektor laut dan satu sektor udara. Menurut Rangga, pencarian di sektor laut dibagi dalam kode V, W, X, Y, dan Z, masing-masing sektor menggunakan dukungan kapal yang beragam sesuai dengan luas wilayah yang dijelajahi.
Sektor V memiliki luas 840 NM persegi dan melibatkan dua kapal TNI AL, yakni KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk. Sektor W memiliki cakupan 1.120 NM persegi dengan satu kapal, yaitu KAL Anyer. Sektor X, yang merupakan yang terbesar dengan 681 NM persegi, menggunakan delapan kapal untuk menyisir wilayah tersebut. Sektor Y dan Z juga memiliki luas pencarian masing-masing 497 NM persegi dan 809 NM persegi dengan penugasan kapal yang sesuai.
Sementara itu, satu unit helikopter disiagakan untuk memantau kondisi di sekitar perairan Selat Sunda. Namun, penyisiran udara saat ini belum dapat dilanjutkan akibat kondisi jarak pandang yang rendah.
Operasi pencarian melibatkan 15 kapal dan satu helikopter, dengan total 551 personel SAR yang dikerahkan. Delapan orang yang dicari, termasuk lima jurnalis, berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada 7 September sebelum dilaporkan hilang. Keberadaan mereka kini terus menjadi fokus pencarian yang intensif oleh tim SAR.