Site icon AFC Japan Indonesia

Ukraina Memotret Rahasia Pabrik Drone Cina Setelah Menyerang Tu-95

AFC Japan Indonesia – Baru-baru ini, serangan drone Ukraina berhasil melumpuhkan sejumlah pesawat militer Rusia di bandar udara di Rusia barat. Salah satu target utama adalah pembom TU-95 yang mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut. Meskipun drone yang digunakan dalam serangan ini terlihat mirip dengan ZTK-150 asal China, produk tersebut sebenarnya adalah versi hasil pengembangan Ukraina yang dikenal dengan nama MICH 2000.

Serangan berlangsung pada tanggal 16 Juli 2026 di pangkalan udara Engels-2, di mana drone-drone tersebut menargetkan sejumlah pesawat, termasuk empat TU-22M. Menurut penilaian badan keamanan negara Ukraina, SBU, pesawat TU-95 mengalami kerusakan kritis, termasuk bagian ekor yang rusak total.

Sumber-sumber menyebutkan bahwa desain drone MICH 2000 terinspirasi dari informasi dan pengalaman yang diperoleh Ukraina saat berkunjung ke China, terutama setelah China menghentikan penjualan ZTK-150 sejak tahun 2023. Meski terlihat serupa, MICH 2000 telah disesuaikan dengan kebutuhan tempur di medan perang.

Lebih lanjut, proses pengembangan drone ini didukung oleh upaya pengintaian terhadap garis perakitan ZTK-150, di mana Ukraina berhasil mempelajari metode produksi sambil melatih pilot. Diperkirakan, perusahaan yang tidak disebutkan namanya dapat memproduksi hingga 6.000 unit MICH 2000 setiap tahun, dengan kemungkinan peningkatan hingga 10.000 unit.

Dengan keberhasilan serangan ini, drone MICH 2000 mungkin akan memainkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas serangan UAV terhadap target-target Rusia dalam upaya Ukraina untuk mempercepat penyelesaian konflik tersebut.

Exit mobile version