Site icon AFC Japan Indonesia

Masyarakat AS Menolak Pusat Data AI Karena Kekhawatiran Sumber Daya

AFC Japan Indonesia – Penolakan masyarakat Amerika terhadap pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) di dekat lingkungan mereka semakin meningkat. Sebuah survei nasional yang dilakukan oleh SurveyMonkey menunjukkan bahwa sekitar 69% responden menolak keberadaan pusat data tersebut di dekat tempat tinggal mereka. Penurunan dukungan ini signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana hanya 4% yang menyatakan dukungan kuat terhadap pembangunan pusat data di daerah mereka.

Dari 2.045 pemilih terdaftar yang disurvei oleh Embold Research, sekitar 75% menolak pembangunan fasilitas tersebut di komunitas mereka. Hanya 4% responden yang mendukung pembangunan, menurun drastis dari 13% pada tahun lalu. Penolakan ini melintasi berbagai lapisan demografi, termasuk usia, pendapatan, dan latar belakang politik. Dalam hal ini, pemilih Republik menunjukkan net negatif sebesar 43 titik, sedangkan independen mencapai 65 titik, dan Demokrat 75 titik.

Terkait penolakan ini, gubernur di berbagai negara bagian mulai mengambil tindakan. Gubernur New York, Kathy Hochul, memerintahkan penghentian sementara selama satu tahun untuk pembangunan fasilitas baru, sementara Gubernur Texas, Greg Abbott, membekukan beberapa proyek yang tertunda untuk dilakukan audit terlebih dahulu.

Berdasarkan data dari Heatmap Pro, lebih dari 530 kabupaten dan kotamadya telah membatasi atau melarang pembangunan pusat data. Meskipun ada kekhawatiran mengenai dampak lingkungan, serikat pekerja biasanya lebih mendukung pembangungan ini, dengan alasan adanya lapangan kerja yang stabil dan upah tinggi yang terkait dengan fasilitas tersebut. Ketidakpastian mengenai manfaat ekonomi dan dampak lingkungan tampaknya menjadi pendorong utama pergeseran opini publik tentang pusat data AI.

Exit mobile version