GSI Dorong Sepak Bola Sebagai Jembatan Sosial dan Pengembangan Talenta

AFC Japan Indonesia – Geothermal Soccer Indonesia (GSI) memperkenalkan konsep sepak bola sebagai sarana pembinaan generasi muda dan penguatan hubungan dengan masyarakat di sekitar sektor energi panas bumi. Inisiatif ini diungkapkan dalam sesi GeoTalk bertema “Sepak Bola sebagai Jembatan Sosial di Wilayah Panas Bumi” dalam rangka Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) ke-12.

Ketua GSI, Carson Hakama, menegaskan bahwa sepak bola dapat menjadi bagian integral dari program pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja panas bumi. Ia menyatakan, “Pengembangan panas bumi tidak hanya berfokus pada produksi energi, tetapi juga menciptakan kepercayaan serta manfaat sosial.”

Program GSI mencakup pelatihan pelatih lokal, coaching clinic, dukungan perlengkapan, kompetisi usia muda, dan jalur pembinaan talenta. Selain itu, program ini juga menyediakan edukasi mengenai energi panas bumi dan nilai-nilai seperti sportivitas dan disiplin.

Tri Winarno, Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga, menilai bahwa olahraga berperan penting dalam pembangunan manusia dan membantu membuka jalur prestasi bagi pemain muda. Ia menambahkan, “Program ini dapat menumbuhkan disiplin, kerja sama, dan pola hidup sehat.”

Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa GSI berpotensi menjadi sarana dalam mencari bakat pemain muda nasional serta meningkatkan pemahaman tentang energi panas bumi. Di sisi lain, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, P. Hadi Wijaya, menyatakan bahwa kompetisi sepak bola di sekitar wilayah kerja panas bumi dapat mempercepat pengembangan sektor tersebut dan menemukan atlet muda.

GSI merencanakan berbagai agenda, termasuk kolaborasi dengan Persita dan partisipasi dalam Indonesia Sports Summit 2026. Melalui upaya ini, GSI berharap dapat menyatukan sektor energi, olahraga, pemerintah, serta masyarakat dalam pengembangan olahraga usia muda.